Senin, 18 Februari 2013

Story Of BlazBlue


Menceritakan tentang 2 buah kota yang mana penduduk dari kedua kota ini terus berperang.Kota 1 adalah kota yang hilang / Lost City, sedangkan Kota kedua bernama Novus Orbis Librarium atau yang lebih dikenal dengan nama NOL.Letak Lost city berada di bawah NOL.Awal kisahnya adalah NOL membunuh orang2 yang disayangi oleh pemberontak dari Lost City.

Pemimpin pemberontakan dari Lost City adalah Ragna the Bloodedge bersama dengan Rachel Alucard dan Jubei, dan Pemimpin dari NOL yang keji yaitu Terumi Yuki, atau bisa diseut dengan nama Hazama dengan Kaki tangan bernama Jin Kisaragi yang mana merupakan adik kandung dari Ragna.

Chapter 1 : Perjalanan Awal

Prologue : Saat itu, Ragna sedang mengurus adik perempuannya yang sedang sakit yang bernama Saya.Karena dia terlalu perhatian terhadap Saya yang sedang sakit, Jin, adik laki-lakinya cemburu.Ia pergi meninggalkan tempat itu dan bertemu dengan Yuki Terumi.Terumi yang merupakan Pemimpin NOL mengajak Jin bergabung dan menjadi Tangan Kanannya.Jin menyetujuinya dengan syarat Terumi membawa lari Saya dari Ragna, dan Jin membunuh Ragna.Terumi menyetujuinya, namun ia tahu Jin tidak cukup kuat untuk membunuh Ragna sehingga ia memberikannya sebuah pedang es bernama Yukianesa.Tak lama Jin kembali ke tempat dimana Saya sedang dirawat oleh Ragna.Jin mengeluarkan Yukianesa lalu menebas tangan kanan milik Ragna dan tangan kanannya pun Putus.Terumi membakar tempat itu dan menculik Saya dari tangan Ragna, Ragna yang kesakitan hanya melihat Logo NOL di baju Terumi.Lalu ia pingsan dan Jin kabur bersama Terumi.

Saat pingsan, Ragna tak sadar dirinya telah digigit oleh Vampire.Rambutnya yang kuning menjadi Putih.Setelah ia terbangun ia melihat tangan kanannya yang putus menjadi ada kembali, karena gigitan Vampire itu yang memberinya kekuatan gelap.Vampire itu bernama Rachel Alucard.Rachel membangunkan Ragna dan mengajaknya berjalan menemui seseorang.Rachel mempertemukan Ragna dengan Jubei.Dan Jubei mengetahui kekuatan dalam diri Ragna.Jubei melatihnya lalu memberikannya pedang Bloodedge yang sesuai dengan kekuatannya.Ragna bertanya tentang NOL kepada Jubei dan Rachel, Mereka Pun yang mendengar cerita tentang NOL dari Jubei dan Rachel.Setelah mengetahui info tentang NOL, ia berjanji akan Menghancurkan NOL sampai titik darah penghabisan.Dimulailah perjalanan mereka disini.

Cerita :
Ragna : "Saya, kau masih sakit?"
Saya : "Iya kak, tolong tetap bersamaku ya kak!"
Ragna : "Baiklah"

Jin yang melihat mereka langsung pergi.

Jin : "Cih..kenapa kak Ragna lebih menyayangi Saya yang Lemah!Padahal aku lebih kuat darinya!"

diperjalanan, ia bertemu terumi/hazama.

Hazama : "Perkenalkan, namaku Terumi Yuki.Aku adalah ketua dari NOL"
Jin : "Ya, namaku Jin Kisaragi.Senang berkenalan denganmu"
Hazama : "Ada apa denganmu?sepertinya kau kesal nak"
Jin : "Ya, aku kesal kepada kakakku.Dia lebih menyayangi adik perempuanku dibandingkan denganku.Kak, aku mohon kau menculik Adikku dan Membuat kakakku terdesak sehingga aku dapat membunuhnya!"
Hazama : "Baiklah, tetapi aku akan memberimu senjata, namanya Yukianesa"
Jin : "Yukianesa?Nama yang bagus.Aku akan segera kembali dan membunuh kakakku"
Hazama : "Baiklah, aku akan menyusulmu"

jin kembali dan mulai menyerang kakaknya

Jin : "Matilah kau Ragna!"
Ragna : "Ada apa denganmu, Jin?"
Jin : "Matilah kau!!!"
Ragna : "Urgh..(tangannya terpotong)"

tempatnya dibakar oleh hazama, dan hazama menculik saya dan membawa pergi jin

Hazama : "Jin, ayo!"
Jin : "Aku belum mem...Argh, aku akan membiarkanmu hidup Ragna!"
Saya : "Kakak!Tolong!"
Ragna : "Saya!!!Jin!!!Urgh..(pingsan)"

ragna pingsan, lalu digigit oleh rachel.

Rachel : "Krk.."
Ragna : "Argh.."
Rachel : "Oops..Maaf, sakit ya?"
Ragna : "Ya..Sakit sekali!"
Rachel : "Aku menggigitmu tadi"
Ragna : "Untuk Apa?..Lho..kok tanganku ada lagi?apa tadi cuma mimpi ya?"
Rachel : "Bukan..Tadi bukan mimpi.Tanganmu kembali tumbuh karena gigitanku yangmana aku ini adalah Vampire"
Ragna : "Hah..Vampire?"
Rachel : "Yup!Sekarang kau merupakan setengah Vampire"
Ragna : "Sst...Setengah Vampire?"
Rachel : "Ya..Aku ingin menemuimu dengan seseorang"
Ragna : "Bbb...Baiklah!"

dipertemukanlah ragna dengan jubei

Jubei : "Perkenalkan, namaku Jubei"
Ragna : "Ii...Iya, namaku Ragna"
Rachel : "Jubei, dia sepertinya pantas memiliki Bloodedge"
Jubei : "Hmph..Ya Rachel, dia pantas!"
Ragna : "Apa itu Bloodedge?"
Jubei : "Ini(memberikan pedang besar kepada Ragna)"
Ragna : "Wah..Ringan sekali, padahal bentuknya besar"
Jubei : "Kau akan kulatih.."
Ragna : "Baik!"

jubei melatih ragna untuk mengendalikan kekuatannya.dan ragna diceritakan tentang NOL

Ragna : "Maaf Jubei, bolehkah aku bertanya tentang NOL?"
Jubei : "Boleh..NOL adalah organisasi keji yang dipimpin oleh Terumi Yuki, yang lebih dikenal dengan nama Hazama.Mereka selalu merekrut orang yang memiliki dendam terhadap seseorang"
Ragna : "Berarti..Jin memiliki dendam terhadap diriku.Apa mungkin karena aku terlalu menyayangi Saya?"
Jubei : "Bisa jadi"
Ragna : "Aku harus mengeluarkan Jin dari sana!"
Jubei : "Aku dan Rachel siap mendampingi!"
Rachel : "Yup!"
Ragna : "Baiklah!Aku berjanji akan menghancurkan NOL dan menyelamatkan Jin dari sana!"

Bersambung...

========================================================================


Chapter 02 : Pertemuan Yang Tak Diharapkan

Prologue : Ragna, Rachel, dan Jubei yang sedang berjalan menuju kota dihentikan oleh seekor Kucing seperti Manusia bernama Taokaka.Mereka bertarung, Ragna mulai memperlihatkan hasil latihannya.Ia berhasil mengalahkan Taokaka, dan Taokaka pun diajak bersama dengan rombongan mereka.
Baru beberapa meter, mereka telah dihalangi oleh orang yang bernama Arakune.Ragna pun berhasil mengalahkannya.Arakune menceritakan tentang ayahnya yang dibunuh orang berpedang es.Ragna yang mengetahui bahwa itu adalah adiknya menjadi kesal dan makin benci terhadap Hazama.Arakune pun bergabung dengan rombongan ini.
Dilain tempat tangan kanan (kepercayaan) Hazama, Jin sedang membunuh keluarga Arakune.Jin menjadi haus akan kekuatan, dan semakin terhasut oleh Hazama.Bahkan kali ini Hazama tak sampai turun tangan, kali ini hanya Jin dan Pasukannya yang turun.Jin pun dijadikan Major NOL oleh Hazama, dengan wakil Noel Vermilliion
Saat rombongan Ragna hampir sampai, mereka bertemu dengan Pasukan Jin Kisaragi.

Cerita :
Ragna : "Hmph..Masih jauhkah menuju kota?"
Rachel : "Sekitar 5 Mil lagi Ragna"
Jubei : "Sebentar lagi kita sampai"

bertemulah mereka dengan Taokaka

Taokaka : "Gr..Meow..Kubunuh kalian semua!"
Ragna : "Biar aku yang lawan, Jubei, Rachel!"
Taokaka : "Gr..Bloodedge?"
Ragna : "Hmph..Ya, aku yang memakai pedang Bloodedge.Hyattt...Soul Eater!"
Taokaka : "Gr...Meow..Dancing Edge!"
Ragna : "Carnage Scissors!"
Taokaka : "Attack Meow Pow!"
Ragna : "Akan kuakhiri!Black Onslaught!"
Taokaka : "Argh.."

taokaka pun kalah dan masuk rombongan, lalu mereka berjalan dan bertemu arakune

Arakune : "Kalian!matilah!"
Ragna : "Akan langsung kuakhiri saja!Blood Kain!"
Arakune : "Hyat!Crimson!"
Ragna : "Cih..Lumayan..Black Onslaugt!"
Arakune : "Argh...Kkk....Kalian ini ddd...ddari NOL kan?"
Ragna : "Bukan, kami adalah orang yang ingin menghancurkan NOL"
Arakune : "T..Tolong izinkan aku gabung dengan kalian!"
Ragna : "Baiklah, memang kenapa?"
Arakune : "Pasukan NOL dengan ketuanya, Ksatria berpedang Es menyerang kampungku dan semuanya tewas, hanya tinggal diriku!"
Ragna : "Cih..Sialan, dia telah terhasut!"
Jubei : "Sabar Ragna!"
Ragna : "Baiklah, ayo kita cepat menuju NOL!"
Rombongan : "Baik!"

diperjalanan, bertemulah rombongan dengan pasukan kisaragi jin.

Jin : "Hh...Ragna ternyata disini"
Ragna : "Jin!"
Arakune : "Dialah yang membantai kampungku!"
Jubei : "Hh...."
Rachel : "Ragna, jangan lawan dia.Bagaimanapun, dia adalah..."
Noel : "Kau lawanku, Wanita berpayung!"
Rachel : "Cih..."
Ragna : "Akan kubuat kau sadar atas perbuatanmu, Jin!"
Jin : "Hh..Mari kita mulai, Ragna!"
========================================================================
Chapter 3 : Pertarungan Keluarga


Prologue : Ragna dan Jin bertarung, sedangkan Rachel bertarung dengan Noel.Rombongan sisa melawan pasukan Jin.Pertarungan Ragna dan Jin berlangsung sengit karena jurus diantara mereka bisa dibilang sama kuat.Namun karena Ragna lebih hebat, Jin kalah.Lalu Noel kalah dari Rachel.Pasukan Jin dikalahkan Jubei, Taokaka, dan Arakune.
Jin meminta maaf kepada sang kakak atas perbuatannya yang telah memutuskan tangannya.Ragna pun memaafkannya.Ia menceritakan kenapa tangannya masih ada, dan Kali ini Pasukan Ragna menjadi 7 orang.
Hazama yang telah mengetahui ini tak berdiam diri, ia membuat cloning dari Saya, lalu Saya palsu ditugaskan pergi bersama Litchi Faye-Ling dan Iron Tager.
Mereka bertemu, Saya cloning yang memiliki sedikit kekuatan milik Hazama bertarung dengan Jin dan Ragna, Lalu Arakune dan Taokaka melawan Litchi, dan Iron melawan Jubei, Rachel, dan Noel.

Cerita :
Ragna : "baiklah..Soul Eater!"
Jin : "Hyoken : Yukianesa!"
Ragna : "Pedang yang bagus!"
Jin : "Jangan banyak bicara kau!"
Ragna : "Devoured by Darkness!"
Jin : "Hiyoku Getsu"
Ragna : "Ku akhiri, Blood Onslaught!"

jin pun kalah, lalu ke scene pertarungan noel vs rachel

Noel : "Hyatt....Chain Revolver!"
Rachel : "Ini mudah sekali!(mengembangkan payungnya)"
Noel : "Cih..Zero-Gun : Fenrir"
Rachel : "Akan kuakhiri!Clownish Calendula!"
Noel : "Urgh.."

noel pun kalah, lalu pindah ke scene tao, ju dan ara vs pasukan

Pasukan : "Serang!"
Tao, Ara, Ju : "Ini akan mudah!"
Pasukan : "Argh..Urgh..Sakit!"

akhirnya pasukan jin kalah, dan mereka bergabung dengan pasukan ragna.Scene pindah ke markas NOL.

Hazama : "Jin..sudah kusangka!Iron, Litchi.Keluarkan dia!"
Iron & Litchi : "Baik Kapten!"
Hazama : "Akan kuberikan sedikit kekuatanku, kepada cloning darimu, Saya!"
Saya : "Baik!"
Hazama : "Kalian ber-3 pergi dan temui pasukan Jubei!Lawan mereka!"
Sa, Ir, Li : "Baik!"

setelah itu, mereka pun pergi.lalu pertarungan pun terjadi.

Ragna dan Jin : "A..A..Ap..Apa!?"
Saya : "Halo kak!"
Ragna : "Tak mungkin!Saya kan sakit"
Jin : "Leukimia.Tak mungkin ia sembuh!"
Saya : "Kalian menyadarinya ya.Hahahaha.Aku adalah clonning dirimu
Ragna dan Jin : "Cih!"

scene menuju tempat litchi vs ara & tao

Tao : "Siapa kau?Meow!"
Litchi : "Litchi si Dokter"
Arakune : "Jangan banyak bicara, mari bertarung dengan kami!"

pindah lagi ke scene Noel, Rachel, dan Jubei vs Iron

Iron : "Kalian ber-3 milikku!"
Rachel : "Sepertinya akan mudah.Hihihi"
Noel : "Jangan anggap remeh dia!Dia adalah mesin pembunuh terbaik setelah Jin saat Jin masuk ke NOL"
Jubei : "Wah..Akan sulit jadinya nih!"
========================================================================
Chapter 4 : Perjalanan Menuju Final

Prologue : Ragna dan Jin bertarung melawan Saya clonning.Mereka menang, Saya clonning berubah menjadi Serpent milik Hazama yang menyerang Ragna.Lalu Litchi berhasil melawan Tao dan Ara lalu mereka ditawan.Iron gagal melawan Noel, Rachel, dan Jubei.Namun Jubei tewas terkena jurus dari Iron.Jubei hanya bicara penggantinya adalah Hakumen.
Dicarilah oleh Pasukan Ragna orang yang bernama Hakumen, ternyata ia adalah seseorang yang ingin membunuh Ragna.Saat Ragna melawannya, Hakumen kalah dan Hakumen menjadi anggota pengganti Jubei.
Hazama yang mulai gerah mulai mengerahkan jiwa-jiwa jahatnya untuk menghentikan langkah mereka.Setelah berhasil dikalahkan, Ragna berhasil memasuki Menara NOL dan menemui Hazama di Atap Menara NOL.Lalu Jin Kisaragi, Noel, dan Rachel mendatangi Litchi untuk membebaskan Tao, Ara, serta Saya yang asli.

Cerita :

Ragna : "Soul Eater!"
Jin : "Reito!"
Saya Clon : "Ourobos!"
Jin : "Itu!I...It..Itu teknik Hazama!"
Ragna : "Cukup mengerikan!Jin, perpaduan!"
Jin : "Baik!"
Ragna : "Soul Eater!"
Jin : "Hiyoku Getsumei!"
Ragna dan Jin : "Soul Hiyoku Getsumei!"

saya pun kalah oleh tembakan dari ragna dan jin, saya berubah jadi serpent milik hazama.scene pindah ke Litchi vs Tao & Ara

Litchi : "Akan kuhabisi kalian dalam sekejap"
Tao : "Meow..Kurang Ajar!Almost Becoming Two!"
Ara : "Cih..Crimson!"
Litchi : "Mudah sekali, langsung saja Nine Gates of Heaven!"

Tao dan Ara kalah mudah oleh litchi, litchi langsung pergi ke markas NOL.scene iron vs noel, rachel, ju

Jubei : "Mati kau!"
Iron : "King of Tager!"
Jubei : "Argh..."
Iron : "Tinggal 2 hama"
Rachel : "Jubei!"
Noel : "Rachel!Cepat lakukan sesuatu!"
Rachel : "Tempest Dahlia!"
Noel : "Bullet Storm => Zero Gun : Thor!"
Iron : "Argh."
Jubei : "Carikan seseorang bernama Hakumen!Argh..."

iron pun kalah dan jubeipun tewas.

Ragna : "Kita harus mencari Hakumen"
Jin : "Baiklah!"
Noel : "Dia mungkin salah satu pemburumu, Ragna"
Ragna : "Tak peduli!Dia pengganti Jubei, sahabatku!"
Rachel : "Ayo, Gedung Nol tinggal 750 m lagi."

mereka bertemu hakumen

Ragna : "Kau...Hakumen?"
Hakumen : "Ya..Kau akan kubunuh!Zanshin!"
Ragna : "Soul Eater!"
Hakumen : "Kemampuanku tak akan sanggup menandingimu.Aku menyerah.Aku akan menjadi pengikutmu"
Ragna : "Hah!?Baiklah, Ayo!"
Hakumen : "Jin, kau pengguna yukianesa kan?"
Jin : "Ya, memang kenapa?"
Hakumen : "Aku memiliki 1 jurus yang mampu kau pakai"
Jin : "Terima kasih"

Ragna bertemu dengan hazama, jin, noel, dan rachel mencari saya, tao, dan ara.Hakumen mungkin berada di belakang Ragna sedang bersembunyi.
========================================================================

Chapter 5 : Final

Prologue : Ragna dan Hazama bertarung, mereka mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing.Tetapi Hazama masih 1 tingkat diatas Ragna, sehingga ia hampir saja menewaskan Ragna.Jika saja tidak ada Hakumen, Ragna bisa tewas.Kebencian Ragna semakin membuat Ragna menggila, sehingga kemampuan iblis yang terkubur di dalam dirinya bangkit.Hazama pun kewalahan hingga mengeluarkan kemampuan tersembunyinya yaitu mengeluarkan jiwa-jiwa jahat.
Jin yang menemukan Saya, Tao, dan Arakune dalam keadaan tewas marah besar hingga daerah sekitarnya menjadi beku.Litchi yang masih didalam ruangan itu juga ikut beku, dan ditebas oleh Jin.Jin, Rachel, dan Noel menyusul Ragna ke atap gedung NOL.
Ragna yang masih bertarung habis-habisan dengan Hazama dibantu oleh Jin yang mendapat jurus dari Hakumen, Rachel, dan Noel.
Akhirnya Hazama pun tewas.NOL dibubarkan dan warga di Lost City dan NOL menjadi satu.Ragna dkk mengasingkan diri ke suatu Hutan.Ragna menikah dengan Rachel, sedangkan Jin menikah dengan Noel.

Cerita :
Ragna : "Kau!!Soul Eater!"
Hazama : "Cukup dengan Ourobos!"
Ragna : "Cih..Black Onslaught"
Hazama : "Eternal Coils of the Dragon Serpent!"
Ragna : "A..A!!"
Hazama : "Cih..Kurang ajar!"
Hakumen : "Eu..Eurgh..Rrr..Ragna..Sess..Selamat..ttt..Tinggal"
Ragna : "Hakumen!"
Hazama : "1 kali lagi, Eternal Coils of the Dragon Serpent!"
Ragna : "Grawl!!!!"
Hazama : "Apa yang terjadi?"
Ragna : " Mati kau!"

scene di Jin

Jin : "Saya, Tao, Arakune!"
Rachel : "Hei!!"
Noel : "Kalian!!"
Jin : "S.ss.Saya!Tao!Arakune!"
Rachel : "Berlindung Noel!Jin akan mengamuk!"
Noel : "Euh!"
Jin : "Rengoku Hyoya!!!"
Litchi : "A...A..Aa..Apa?"

litchi membeku, jin dkk menuju atap gedung.

Ragna : "Hyatt!"
Hazama : "Ini saatnya!Hungry Darkness 10 Soul!"
Jin : "Reito!"
Ragna : "Jin!"
Hazama : "Lagi-lagi!"
Jin : "Keluarkan Teknik terbaik!"
Ragna : "Black Onslaught!"
Jin : "Kokujin : Yukikaze!"
Rachel : "Clownish Calendula!"
Noel : "Valkyrie Veil!"
Hazama : "Hungry Darkness 1000 Soul!"
Ragna : "Mati kau!"
Hazama : "Argh.."

gedung nol hancur, ragna dkk pergi setelah gedung hancur.menyepi di hutan dan tinggal di hutan.

Tamat...

Lock aja topiknya..


Mau tau Sumbernya?? KliK Disini


Minggu, 03 Februari 2013

Carpon Basa Sunda



GIRIMIS TEU BAÉ RAAT
Ku Dian Héndrayana

Asa geus peuting pisan. Girimis can baé raat. Basa lilir téh, karérét adi kuring keur ngajanteng deukeut jandéla. Hordéngna bangun ngahaja disingraykeun. Meureun ngarah laluasa nyawang ka luar. Leungeun katuhuna baé nyampay kana sarigsig. Najan teu pati caang, cahaya lampu ti tebéh buruan wasa nétélakeun yén adi kuring keur alum ngungun.
Ti peuting kamari kénéh, adi kuring puguh bangun meunang pangabetah dina peta nu kawas kitu. Utamana mun mangsa peuting lantis ku girimis cara ayeuna, manéhna sok ngajanteng deukeut jandéla, nyawang ka luar. Kituna téh sok bari ngembeng cimata.
Hiji mangsa mah kungsi dideukeutan, laju ditanya naha ku naon. Jawabna téh majar keur ningali Apa.
“Hawatos Apa kahujanan di buruan,” omongna.
Emh.
Diteuteup deui, manéhna bangun enya nu keur betah nyawang ka buruan nu majar Apa keur ngajanteng lebah dinya. Sok lila kituna téh. Éta baé, méméh girimis raat mah, bangunna cadu teuing kudu gancang lugay tina deukeut jandéla geusan muru pangsaréan.
Ari peuting ayeuna, adi kuring geus ngajanteng deui deukeut jandéla. Lebah pipina katémbong baé aya nu ngagurilap sésa cimata nu ngamalir taya reureuhna.
Girimis di luar can kénéh baé raat.
Pirajeuneun kuring turun tina pangsaréan. Tuluy ngadeukeutan muru manéhna. Sarérétan gé laju katangén, lebah juru panonna aya kénéh sésa cimata, ngeyembeng bangun nu ngadago limpas.
Ti mangkukna mula, teu kalis ku dibeberah jeung dililipur, ngungunna téh bangun nu taya anggeusna. Tuda enya, saréréa gé taya nu teu ngarasa duheulang basa Apa nilar téh. Teu gering teu lungsé ieuh, Apa bangun léah dipundut ku Nu Kagungan. Bari calik keur ngariung balakécrakan  satutas sambéang Magrib, Apa rubuh ngarumpuyuk. Kungsi neuteup ka saréréa méméh enya nilar sabada ngucapkeun lapad Alloh.
Lah!
Diteuteup deui téh, adi kuring anteng baé mencrong ka buruan. Ti tatadi gé da teu sing aya sasaha ari lain tangkal jambu jeung pager beusi mah. Tuh, najan enya lampu ti tebéh buruan teu caang teuing gé, puguh sidik taya sasaha atawa sugan aya nu ngadon ngulampreng rumingkang.
“Hawatos Apa kahujanan di buruan…,” omongna deui.
Ema nu kitu téh deuih. Ti saprak Apa mulih téa, Ema mah taya pisan kabéragan. Méh saban waktu Ema kudu waé bedah cimata. Tuga gé Apa ngerelekna dina lahunan anjeunnna pisan. Malahan Ema ku anjeun bangun enya ngiring ngedalkeun lapad Alloh. “Lailahaillalloh…”
Bet temahna, Ema
 Sok rajeun katémbong numpi ngalangeu di kamarna. Ana pareng dilongokan mangsa usum dahar, walonna téh can hararayang atawa malik mariksakeun naha kuring jeung adi kuring geus dalahar atawa acan?
Leuh!
Di luar, girimis kalah asa beuki kerep. Sawaréh mah sawér pisan kana kaca jandéla. Sora séahna bet sada-sada talatah Apa ti kaanggangan, “Masing leket bebekelan ibadah keur bawaeun mulang…”
Ari dirérét, adi kuring kalah ka enya ngagukguk, cimatana limpas cara cihujan di luar nu murubut sanggeus bahé ti luhur langit.
“Ku naon Apa teu keresaeun lebet ka bumi…?” cenahna téh.
Disérangkeun ka buruan, cara tadi da puguh taya sasaha.
Kalah girimis beuki lila beuki kerep waé. Adi kuring anteng kénéh ngajanteng deukeut jandéla. Leugeunna beuki pageuh ngaranggeuman sarigsig. Tur kapireng deui inghakna beuki rosa waé. Sakapeung témbong obah taktakna tina nahan piceurikeun nu boa pohara kacida.
Teu lila tina kituna, manéhna malik neuteup ka kuring. Mencrong salila-lila.
“Ku naon Apa teu disina lebet?” tuluyna téh.
Kari kuring nu bati hémeng. Disérangkeun deui ka buruan, angger taya sasaha. Sanggeus ngaleupaskeun leungeunna tina sarigsig, ngan deregdeg baé manéhna ngejat ka luar ti kamar bari tuluy nelenyeng muru panto hareup.
Basa dituturkeun gagancangan, bet srog téh horéng Ema geus ngajanteng lebah dinya. Boa geus ti tatadi Ema ngajantengna téh. Pannona témbong semu carindul. Cimatana baé gugurilapan katojo ku cahaya lampu ti tebéh buruan.
Sajongjongan mah anteng baé neuteup ka kuring.
“Pangnyandakeun paying di pengker kanggo Apa…,” tuluyna téh semu dareuda.
Basa diteuteup deui, Ema lir nu teu wasa ngabedahkeun deui cimatana. Geus kitu mah, ngan segruk waé Ema muru korsi di rohangan tengah tuluy nyaluuh bari nginghak.
Harita pisan deuih adi kuring ceurikna bedah sapisan. Girimis mah duka iraha raatna.


Jumat, 01 Februari 2013

JADWAL PERTANDINGAN PERSIB 2012/2013







PUTARAN I

•13 Jan 2013 PERSIB vs Persipura

•17 Jan 2013 PERSIB vs Persiwa

•31 Jan 2013 Persiram vs PERSIB

•04 Feb 2013 Persidafon vs PERSIB

•09 Feb 2013 PERSIB vs Persiba

•13 Feb 2013 PERSIB vs Barito Putra

•17 Feb 2013 Persisam vs PERSIB

•21 Feb 2013 Mitra Kukar vs PERSIB

•27 Feb 2013 PERSIB vs PSPS

•03 Mar 2013 PERSIB vs Persija

•09 Mar 2013 Sriwijaya FC vs PERSIB

•13 Mar 2013 Pelita Bdg Raya vs PERSIB

•16 Mar 2013 PERSIB vs Arema

•23 Mar 2013 PERSIB vs Gresik United

•28 Mar 2013 PERSIB vs Persita

14 Apr 2013 Persela vs PERSIB

•21 Apr 2013 Persepam vs PERSIB

PKn - NEGARA BERKEMBANG








Negara Berkembang adalah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan material tingkat rendah. Karena tidak ada definisi tetap negara berkembang yang diakui secara internasional, tingkat pembangunan bisa saja bervariasi di dalam negara berkembang tersebut. Sejumlah negara berkembang memiliki standar hidup rata-rata yang tinggi.
Negara yang memiliki ekonomi yang lebih maju daripada negara berkembang lainnya, namun tidak sepenuhnya menampakkan tanda-tanda negara maju dikelompokkan dalam istilah negara industri baru
Pembangunan suatu negara diukur dengan indeks statistik seperti pendapatan per kapita (per orang) (PDB), harapan hidup, tingkat melek aksara, dan lain-lain. PBB telah mengembangkan HDI, sebuah indikator statistik untuk mendorong tingkat pembangunan manusia di negara-negara yang terdata oleh PBB.Negara berkembang umumnya adalah negara yang belum mencapai tingkatindustrialisasi yang relatif terhadap penduduknya dan memiliki standar hidup menengah ke rendah. Terdapat korelasi kuat antara pendapatan rendah dan pertumbuhan populasi yang tinggi.Istilah yang digunakan ketika membicarakan negara berkembang mengareah pada tujuan dan pembangunan negara-negara yang memakai istilah ini. Istilah lain yang kadang digunakan adalah negara kurang maju (LDC), negara ekonomi kurang maju (LEDC), "bangsa belum maju" atau bangsa Dunia Ketiga, dan "bangsa non-industri". Sebaliknya, ujung lain dari spektrum ini disebut negara maju, negara ekonomi sangat maju (MEDC), bangsa Dunia Pertama dan "bangsa industri".Untuk mengurangi aspek eufemistik dari kata berkembang, organisasi internasional mulai memakai istilah negara ekonomi kurang maju (LEDC) untuk negara miskin yang dalam hal apapun tidak dapat disebut sebagai negara berkembang. LEDC adalah subset termiskin dari LDC. Penggunaan ini dapat menentang keyakinan bahwa seluruh dunia berkembang memiliki standar hidup yang sama.Konsep bangsa berkembang dapat ditemukan (dalam satu istilah atau lain) di berbagai sistem teoretis yang memiliki beragam orientasi — misalnya, teori dekolonisasi, teologi pembebasan, Marxisme, anti-imperialisme, dan ekonomi politik.